Sabtu, 26 September 2009

Five Minutes


Biografi :
Five Minutes, adalah grup musik asal Bandung yang kerap mengenakan sarung dalam penampilannya. Personel mereka terdiri atas Ricky Tjahyadi (keyboard), Richie Setiawan (vokal), Drie Warnanta (bass), Aria Yudistira (drum) dan Rulhilman (gitar).

Album terbaru Five Minutes bertajuk Rockmantic (2007) yang penggarapannya dilakukan selama rentang Maret 2004 hingga Maret 2007.

Dalam album tersebut, terdapat sepuluh lagu, di antaranya, Menahan Perih, Bertahan, Tak`kan Rela, Bersalah, Bidadari, Tanpamu, Jangan Sakiti Aku, Masihkah Aku, Jauhi Dirinya dan Benarkah Itu?.

Download lagu-lagu mereka:
Five Minutes - Salam Terakhir
Five Minutes - Selamat Tinggal

Read More......

Jumat, 27 Maret 2009

Adegan

Tahun 1992 menjadi waktu bersejarah yang tidak bisa dilupakan sejumlah musisi kondang seperti: Indra Lesmana, Gilang Ramadhan, Hari Mukti, Donny Suhendra, dan AS Mates. Ya, tahun disaat penulis gandrung dengan program persiapan ujian SMA, mereka yang tergabung dalam ADEGAN meluncurkan album pertama dan terakhir bertitel “Selangkah di Depan”. Untungnya, hits mereka “Satu Kata” sempat merajai tangga lagu di sejumlah radio anak muda saat itu, diantaranya Prambors.
Adegan - Waktu Berjalan


Nah, bila Anda ingin mengetahui bagaimana bentuk musik rock yang dipadu Jazz ala ADEGAN, nah bisa dibayangkan kan ?? keren abis! Nah dari sini memang sangat terlihat dan terbukti bahwa mereka adalah musisi handal yang patut diacungi jempol.

Tembang pembuka di album yang diproduksi Musica Studio ini adalah “Satu Kata”. Masih ingat liriknya ? Hanya satu kata/tiada sempat terucap/walau kita berjumpa dan saling menyapa/ Hanya satu kata/kembali karam di hati/walau sering bicara sampai lupa waktu/Dimanaku harus mencari Sebuah kata yang hilang saat denganmu.

Tak salah memang, jutaan pasang telinga yang mendengar lagu yang liriknya dibuat Wisnu Soeyono langsung memberi penilaian bagus. Hasil aransemen Gilang Ramadhan dibawakan secara lambat (slow) pada intro dan makin meninggi saat reff. Apalagi lengkingan vocalis Hari Mukti yang khas dan berkarakter. Begitu juga dengan sentuhan keyboard Indra Lesmana yang begitu pas, sehingga masih terdengar sentuhan jazzy-nya.

Beda halnya dengan lagu berjudul “Tujuh Belas Tahun” yang nge-beat. Hentakan drum Gilang Ramadhan dan cabikan gitar Donny Suhendra seakan menenggelamkan keterlibatan Indra Lesmana yang mencoba memberikan sentuhan Jazz. Apalagi dengan liriknya yang menggambarkan suasana anak ABG yang pertama kali merasakan jatuh cinta; Tujuh belas tahun usiamu saat ini/Peganglah tanganku dan jangan dilepaskan/Kita terbang dan melayang putari dunia biar semua orang tahu bahwa kita bahagia…. Hal yang sama juga terdapat pada lagu “Perbedaan”, cuma saja unsur koor yang ditambahkan pada reff menjadikan lagu ini berbobot.

Nah, lagu yang penuh dengan nuansa Jazz bisa disimak pada “Biarkan saja” garapan Indra Lesmana. Meskipun penuh dengan alunan Jazz, namun sepertinya Indra Lesmana mencoba “bijak” dengan tetap memasukan beat-beat rock.

Alunan berbau-bau rock ala Van Hallen bisa disimak pada “Ku Genggam Matahari”, “Dunia Jingga”, dan “Raksasa Jalanan”. Pada tembang “Dunia Jingga” misalnya, sangat terlihat sekali eksperimentalist-nya Indra Lesmana dalam bermusik. Ya, dia coba memasukan unsur-unsur tekno dengan suara keyboardnya, menjadikan lagu semakin berbobot. Cabikan gitar Donny Suhendra yang meraung-raung mampu ditandingi dengan kecepatan tangan Indra Lesmana pada tuts.

Tak kalah menariknya pada tembang penutup yang juga menjadi judul album ini, “Selangkah Didepan”. Bisa dibilang,lagu ini merupakan pencapaian kolaborasi unik dari ADEGAN. Sifat-sifat ekploratif, ekperimental dan kolaboratif sangat jelas terlihat pada lagu ini. Jangan-jangan ini merupakan “keinginan terpendam” dari para musisi ADEGAN untuk menumpahkan Ide segenap rasa. Sayangnya kelanjutan dari karya lima anak muda ini tidak dilanjutkan lagi, bak hilang ditelan bumi. Masing-masing kini berkiprah dengan jalannya, tentunya masih dibidang musik.

Silahkan sedot lagunya di sini:

Adegan - Biarkan Saja
Adegan - Satu Kata

Read More......

U'Camp

Jakarta – Sikap optimistis melandasi U’Camp melalui album terbaru, Apa Kabar yang resmi diluncurkan, Minggu lalu. Grup band rock era 1990-an asal Bandung ini meyakini “perbedaan” musik yang diusungnya itu akan tetap bisa disambut baik.


Lagi pula kami adalah band lama yang menunjukkan kemampuan dan berjalan di jalur yang sebenarnya,” kata gitaris Iram sebagai satu-satunya “orang lama” U’Camp yang masih tersisa.
Diakui Iram, musik mereka masih tak jauh berbeda dengan ketika Ovy (kini gitaris /rif) dan drumer Sandy (Pas Band) masih bergabung.
“Kalau pun ada kelainannya, itu hanya tergantung pada keadaan. Hanya aransemen yang benar-benar baru dibandingkan hit lama, ‘Bayangan’,” ungkapnya.
“Saya memang mau mempertahankan warna lama karena tak ingin bermaksud jualan saja. Yang paling berbeda pada penampilan kami, adalah tidak lagi seperti dulu bergaya rock jadul dengan wajah sampai ketutupan rambut,” papar Iram, mengenang.
Menurutnya, U’Camp perlu menjajal kekuatannya terjun di tengah-tengah kejenuhan segmen tertentu pada musik mellow yang kini merajai gelanggang industri pop Indonesia.
“Formasi terbaru U’Camp ini lebih semacam kolaborasi dengan pemusik dan penyanyi muda agar ada corak kekinian,” sambung lelaki bernama lahir Azram Azyb itu.
Seperti diketahui, Iram kini didampingi empat pemuda segar yakni Ozy (bas), Dimitri (gitar), Arie (drum) dan Dhino (vokal).
Ada catatan tersendiri yang terbilang unik, karena Dino ternyata adalah penyanyi yang sempat ikutan Kontes Dangdut TPI (TPI). Maka lengkaplah, bila kemudian tontonan panggung realitas (“reality show”) seperti juga “Indonesian Idol” dan “Dream Band” ikut menghasilkan potensi baru di bisnis industri rekaman.
Ovy, suami Titi DJ, mensyukuri U’Camp masih berlanjut dengan komitmen lama. “Bagus, karena masih ada Iram sang pencetus yang juga rela menggabungkan idealismenya dengan selera sekarang,” komentar Ovy.
Sampai saat ini, ujarnya, ada kebanggaan diri sebagai mantan gitaris U’Camp karena ketika melakukan tur konser dengan /rif, masih ada saja yang menghubung-hubungkan ia dengan band lamanya itu.
“Saya harap U’Camp bisa maju lagi tetap dengan warna rock yang sesungguhnya,” tambah dia.
Melalui apa yang telah dilihatnya dari “U’Camp baru”, Ovy mengatakan puas karena ciri aslinya tetap ada.

Iram Dominan
Rasa puas yang sama dilontarkan oleh Sandy. “Apalagi U’Camp muncul kembali pada saat sekarang di mana begitu banyak band saat ini yang bersuara sama dengan karakter yang tidak khas,” katanya.
Moga-moga, begitu harapan Sandy, U’Camp yang sekarang bisa jadi “something”.
“Karena saya melihat fenomena serupa saat ini yang mirip ketika Pas Band, Netral, /rif tiba-tiba muncul dan disukai pada saat lalu ketika band pop melulu bermanis-manis. Apalagi, sekarang di tengah lirik-lirik selingkuh,” kata Sandy.
Dari dulu, kata Sandy, Iram memang dominan di U’Camp. “Sebagai gitaris ia berkarakter. Liar, walau main gitar tanpa edukasi resmi,” kenangnya.
Sisi harapan lain dari kemunculan U’Camp saat ini, menurut Sandy, adalah mungkin kekuatan mereka dalam berperforma panggung. “Seperti /rif yang sudah sekian lama tidak menghasilkan hits, tetapi tetap bagus di atas panggung,” sambungnya.
“U’Camp tetap harus mempertahankan keliarannya yang lama serta menjaga performanya, sambil terus berproses kreatif. Bongkar pasang personel tidak masalah,” demikian ujar Sandy, yang belum lama ini dengan Pas Band meluncurkan album terbaru, Romantic…Lies…and Bleeding.


U'Camp - Bayangan (1992)

U'Camp pernah ngetop tahun 90an, album ini adalah album pertama yang melambungkan nama U'Camp sejajar dengan group band terkenal lainnya, saya masih ingat dulu pasti main Band, lagu Bayangan merupakan lagu wajib yang harus dibawakan.
Sayang group ini tidak bertahan lama, gara-gara ketidak cocokan antar personil.

Sedot nih lagu-lagu mereka:
U'Camp - Bayangan

U'Camp - Melangkah


Produksi Metrotama
Tahun 1992
List Lagu:
1.Bayangan
2. Bukalah Hatimu
3. Bandel
4. We Believe in you
5. Aku Bukan Kamu
6. Untukmu
7. Kutantang Badai
8. Anak Metal
9. Lokeloll
10. U'Camp

Read More......